\
Cik Pipi Tembam





profile chat entries credits +follow home



Embun Sinatra - Part 5
09 May 2012@6:26 PM
Melihat fail-fail di hadapan , membuatkan kepala Pangeran Andika bercelaru... Hanya kerana penat memikirkan masalah yang berada di rumah , Pangeran Andika tidak dapat memberi tumpuan terhadap kerjanya... Kepalanya penat memikirkan mamanya dan juga hal-hal pejabat... Pintu diketuk berulang kali... Pintu dibuka dan ternyata Suraya berada di hadapannya sekarang... Pangeran Andika mengeluh perlahan... Belum lagi masalah itu hapus , masalah baru pula datang menghampirinya... Suraya menarik kerusi di hadapannya...

" You... Ada masalah ke ? Kalau ada masalah ceritala.. Mana tahu I boleh tolong... " Suraya tersenyum manja di hadapan Pangeran Andika...

" Nothing... Can you just.., leave me alone ? " Pangeran Andika berkata perlahan... Tidak mahu suaranya ditinggikan... Suraya sedar akan perubahan sepupunya itu , segera bangun dan kelaur dari bilik pejabat sepupunya itu... Dia amat kenal dengan perangai sepupunya itu... Disebabkan itulah Suraya mendengar sahaja arahan Pangeran Andika...

" Kenapa lah dengan aku hari ni ?? Lemau semacam... Ni semua gara-gara mama ! Arghh ! " desisnya di dalam hati... Perbualannya dengan mama pada petang semalam menyebabkan dirinya masih lagi dibelenggu... Mungkin dirinya perlu bertolak ansur sedikit terhadap mamanya... Patutkah ? Gara-gara sikap mamanya lah dia putus kasih dengan Maya... Bagaimana dengan keadaan Maya sekarang ? Adakah dia sudah melupakan aku ? Pangeran Andika mengaup mukanya berulang-ulang kali.... Dia memandang ke luar jendela , kadangkala terbayang akan kenangan lama...

" Sayang... Please don't do that okay ? Haha.. I malu lah... " Maya menutup mukanya dengan kedua-dua telapak tangannya... Malu kerana diperlakukan sebegitu di hadapan orang ramai...

" I nak , diorang semua menjadi saksi lamaran I dekat you... Biar sekalipun satu dunia tahu tentang kita... "

Dengar sini semua !!! Perhatian ! Hari ni , saya bakal melamar wanita idaman saya , Maya , untuk menjadi suri dalam hidup saya... Saya nak kalian semua menjadi saksi lamaran saya Just you Maya... So , will you marry me ? " Pangeran Andika membiarkan sahaja orang ramai memandang ke arah mereka... Ada yang bertepuk tangan , ada yang tersenyum dan ada juga yang bersuara... Maya tersenyum riang...

" Yes , I do.... I do , baby... " Maya tersenyum lagi sehingga menampakkan lesung pipit kedua-dua belah pipinya itu... Cantik ! Orang ramai di Taman Botani itu kesemuanya bertepuk tangan riang , sambil memeluk pasangan masing-masing... Rata-rata pengunjung taman itu adalah pasangan kekasih , malah ada juga yang sudah berkahwin...

" Thanks a lot sayang... Terima kasih sebab terima lamaran I... I hanya mahukan you menjadi suri di dalam hidup I , buat selama-lamanya... " Pangeran Andika mengesat airmatanya... Kata-kata itulah tidak lama dahulu dia menyuarakan di hadapan bekas kekasihnya , Maya... Dia pernah melamar wanita idamannya , dan kini cita-cita dan harapan untuk memperisterikan Maya tidak kesampaian... Sudah suratan tertulis dia dan Maya tidak berkekalan... Buktinya , Maya sudah berkahwin dengan pilihan ibubapanya... Bahkan juga , Maya bakal melahirkan zuriat pertamanya tidak lama lagi...


****


Suraya keluar dari bilik pejabat sepupunya itu dengan muka hampa... Dia memandang ke arah mejanya yang berselerak dengan timbunan fail-fail yang masih belum disiapkan...


" Hurm.. Dah lah aku tension dengan kerja-kerja ni semua , boleh pulak kau layan aku macam endah tak endah je... Geram betul ! " desis Suraya di dalam hati... Semahunya dia membaling kesemua fail itu kerana tidak tahan dengan sikap Pangeran Andika... Entah apa yang berada di benak fikiran sepupunya itu sampaikan dia sendiri tidak diendahkan... Suraya mencapai telefon bimbitnya lalu menekan butang nombor satu persatu...

" Zurrah ! Kau dekat mana ? " Suraya memulakan perbicaraan... Zurrah yang sedang sibuk mengulangkaji pelajaran bersama-sama rakannya itu memberi tumpuan pula kepada Suraya...

" Dekat kolej.. Kenapa ni ? Nada suara tinggi semacam... Baru lepas gaduh dengan siapa ? " Zurrah yang selalu sahaja serkap jarang itu sudahpun pandai meneka reaksi sepupunya itu... Sejak kecil , sehinggalah sudah dewasa , mereka kerap menghabiskan masa bersama-sama... Masalah kecil atau besar , tetap akan dikongsi bersama...

" Bukan gaduh... Bengang sikit je... Abang kau tu la... Macam nak tak nak je layan aku... Huh.. Sampai bila aku nak kena tunggu ?? Frust lah macam ni...., " Suraya mengentakkan sedikit kakinya...

" Abang memang macam tu... Kau macam tak tahu pulak... Macam ni lah... Nanti aku discuss dengan mama , kita tunggu je cadangan mama... Okay ? " Zurrah yang sedang sibuk membelek-belek buku yang baru diambilnya itu meletakkan kembali ke dalam rak yang sediakan oleh perpustakaan...

" Hmm... Yelah... Tapi discuss dengan maklong elok-elok... Maklong jelah satu-satunya harapan aku... Please okay ? " Suraya memandang ke arah seorang lelaki di hadapannya... Tercegat di situ tanpa sebarang kata...

" Okay... lah... , Err aku ada banyak kerja ni... Nanti apa-apa aku call balik... Bye ! " Suraya mematikan telefon bimbitnya secepat mungkin kerana Pangeran Andika sedang menanti di hadapannya...

" Eh ? Mati macam tu je ? Mesti abang datang... Hehe... Nasiblah kau minah ! " Zurrah ketawa kecil lalu menyambung kembali membuat ulangkaji.... Pangeran Andika memandang wajah Suraya yang sudah pun ketakutan...

" Macam ni pekerja cemerlang ye ? Kalau rasa-rasa nak bergayut 24hours , better you resign and I boleh gantikan pekerja lebih baik dari you... , Dengar ke tak ? Faham ?? " Pangeran Andika sedikit garang apabila pekerjanya membuat kerja yang tidak berfaedah semasa bertugas , walaupun segelintir pekerjanya itu adalah ahli keluarganya sendiri , termasuklah Suraya... Baginya , kerja tetap kerja...

" Maaf you.... , " Suraya tertunduk sepi dan menyambung kembali kerja-kerjanya yang tertangguh... Pangeran Andika membuka langkah menuju ke pekerja lain pula... Melihat pekerjanya melakukan tugasan masing-masing.... Suraya mengeluh berat... Banyak lagi yang harus di selesaikan , namun di dalam hatinya masih lagi tertanya-tanya , mengapa sepupunya itu bersikap sedemikian pada hari ini ? Apakah dia mempunyai masalah ?? Bingung memikirkan sesuatu yang belum diketahui...



Bersambung....